Kamis, 21 Juni 2018

PERIKANAN PEKALONGAN


PERMASALAHAN BUDIDAYA IKAN NILA DI PEKALONGAN DESA JERUKSARI

Di pekalongan meski berjarak sekitar dua kilometer dari bibir pantai laut utara Jawa, dahulu kala lahan pertanian di Jeruksari terkenal subur. Tiap satu hektare sawah rata-rata mampu menghasilkan 10 hingga 11 ton padi jenis IR 64. Kini, kesuburan lahan pesisir itu tinggal kenangan. Bencana rob yang mendera sejak tahun 2004 lalu telah mengubah 121 hektare sawah menjadi rawa. Naiknya air laut ke daratan hingga membanjiri 1.131 rumah warga Jeruksari juga sudah tak terhitung. Selama 11 tahun, para petani meninggalkan sawahnya yang terendam rob. Untuk menghidupi keluarganya, mereka terpaksa mengadu nasib menjadi buruh di Kota Pekalongan dan sekitarnya.

Pada 2011, lahan bekas sawah itu mulai dimanfaatkan untuk keramba tancap. “Tapi baru 76 hektare yang digarap. Sisanya seluas 45 hektare masih terbengkalai”. Keramba tancap itu serupa tambak berpagar jaring untuk ternak ikan nila. Keramba tancap dikelola 17 kelompok. Tiap kelompok beranggotakan 15 sampai 20 warga. Tiap satu petak keramba tancap seluas 2.000 meter persegi diisi 300 hingga 400 benih nila yang dapat dipanen tiap empat bulan, Dengan harga nila Rp 12.000 per kilogram, satu petak keramba tancap itu hanya menghasilkan keuntungan bersih Rp 400.000 tiap kali panen. Rendahnya keuntungan itu akibat biaya panen mencapai 50 persen dari total laba kotor. “Nila sulit dijaring, jadi kami harus bayar tenaga tambahan” , kata petambak. Yang lebih menyakitkan, banyak nila yang mati karena keramba tancap tercemar limbah tekstil yang langsung dibuang ke sungai.

Selasa, 12 Juni 2018

budidaya perairan



BUDIDAYA IKAN CUPANG
KURIPAN PEKALONGAN BARAT
           Jenis ikan cupang

Dilihat dari kecamata para pehobi dikenal dua macam ikan cupang, yakni CUPANG HIAS dan CUPANG ADU. Cupang hias dipelihara untuk dinikmati keindahan bentuk, warna dan gerakannya. Sedangkan cupang adu dipelihara untuk di adu. Perlu diketahui, di beberapa negara mengadu cupang merupakan tindakan ilegal.
Cupang hias dan cupang adu dibedakan berdasarkan bentuk dan sifat agresifitasnya.
Masyarakat ilmiah mencatat lebih dari 73 spesies ikan cupang yang ada di bumi ini. Namun tidak semua dari spesies tersebut populer sebagai ikan peliharaan. Spesies ikan cupang yang beredar di pasaran kebanyakan berasal dari kelompok splendens complex, yang terdiri dari Betta splendensBetta stiktosBetta mahachai,Betta smaragdina dan Betta imbellis. Serta varian hasil silangan dari spesies-spesies tersebut.